Wednesday, March 15, 2006

Please read this Book!Best Seller

I Like This Book
Aku suka buku ini, belum lama kubaca, namun sudah banyak memberiku informasi tentang bagaimana seorang wanita maupun seorang pria berpikir, bertindak dalam kehidupan dengan lingkungan mereka.

Hal yang cukup ini unik tentunya ketika kita menyadari, bahwa Pria dan Wanita diciptakab berbeda, tidak ada yang yang lebih baik dari keduanya, hanya menunjukkan bahwa pria dan wanita itu berbeda.

Aku sarankan READ this Book! aku sudah memberi tahu pada seseorang dan ia tertarik untuk membelinya, buku ini Bagus Bang, begitu katanya ketika dia membaca-baca buku ini. Hmmm... yang uniknya ini bukan buku isapan jempol, tapi lebih merupakan hasil riset ilmiah yang sudah dibuktikan dari tahun kapan gitulah, aku sih nggak mau tahu mau tahun berapa, yang penting I Know Him and Her. Just simple word,

Setidaknya membaca buku membuat kita semakin kaya dalam berpikir.

Selamat Membaca.

-malammalamdikantormalespulanghabisnggakadatemansih-

Pengalaman Pagi ini

Dear all

Pagi ini seperti biasanya memulai setap hari dengan bangun pagi,mandi, dan berangkat memulai aktivitas. Tidak ada yang terlalu istimewa pas berangkat tadi, semuanya biasa saja seperti hari-hari kemarin, namun aku sempat ketinggalan KRL pertama, aku udah siap2 beli yang tiket AC, ternyata masih ada KRL yang kedua, maklum man, mampunya segitu :)

Aku turun di St Tanah Abang, padahal rencana semula bakal turun di St Palmerah, namun tas yang kubawa ini berat kali, rencananya tadi mau ke Bank dulu, biasalah persediaan kas semakin menipis, setelah kutimbang-timbang, dengan mempertimbangkan jalur pergi ke DDN dari kantor pusat, kuurungkan niatku, jadilah ke Tanah Abang, dari St Tanah Abang naik angkot 08 "Tanah Abang-Kota"

Ini baru kali pertama aku coba naik angkot ke DDN, karena sebeumnya bareng dengan teman yang lain pake mobil or dua hari lalu aku beruntung bisa pinjam motor temanku, karena dia sedang pulang kampung, turun di Harmoni (dari sinilah mulai ceritanya)

Kukira dekat lagi dari harmoni ke DDN, ternyata lumayan jauh juga, aku melewati kantor Setneg, nyesal juga turun nya kejauhan sih, mana bawa tas laptop yang lumayan berat, tapi keinginanku hanya ingin melihat istana negara dari dekat aja," mumpung lewat sini", pikirku.

Istana negara berdampingan dengan gedung Setneg, halamannya tampak terawat dan pintu masuknya dijaga seorang anggota TNI bersenapan laras panjang, dari tanda pangkatnya ketahuan bahwa anggota TNI ituberpangkat Prajurit Satu. Setelah melewati gedung Setneg, ada pos penjagaan, "Pak, lewat sana"kata salah seorang dari mereka, aku nggak ngerti apa maksud mereka itu, aku terskan jalan di trotoar di depan istana negara itu, akhirnya seorang petugas dari Pos penjagaan pintu gerbang istana keluar dan menunjuk tangannya ke arah Monas, "lewat sana Pak". barulah kusadari bahwa jalan didepan istana itu tidak dilewati jalan umum, jadi jalan di depan istana terbagi dua, satu sisi dikosongkan, dan dijaga pasukan bersenjata, satu sisi lagi yang dilewati umum. Bah aku harus menyebrang lagi.....dan berjalan sampai Gedung Mahkamah Agung, trus nyebrang lagi biar masuk ke DDN, karena persis di sebelahnya,jadi aku pagi ini menyebrang 3 kali, dua diantaranya tidak perlu karena dilarang sama pasukan istana itu, "sial!"gerutuku.

Akhirnya istana negara yang menjadi kebanggan warga Indonesia menjadi semakin jauh rasanya, kita tidak merasa memiliki bangsa ini, sepertinya Indonesia miliknya para pejabat, Menteri, pejabat Militer, kita yang orang kecil ini hanya penonton aja. Anyway aku hanya bersyukur akhirnya bisa melihat istana dari dekat karena selama ini lihatnya dari mobil atau bis aja, paling nggak aku bangga dong, karena tidak semua orang bisa seperti aku beruntungnya pagi-pagi udah disapa sama penjaga istana--(gaya banget :)--

Baiklah, start this morning with clean heart.
Cheeers.
In love

Rabu, 15 Maret 2006
-hariiniminggukeduadiDDNtadimasihadaorangdemodariKutaiBaratpadahalDariKemarin-

Saturday, March 11, 2006

hidup terus berjalan

Jumat, 10 Maret 2006

Ini adalah hari kelimaku di tempatnya auditee, sama seperti dengan waktu-waktu sebelumnya yaitu aku mengalami kebuntuan dalam memahami sistem yang ada di sektor pemerintah ini,
uuh kenapa ya aku diberikan otak yang nggak sepintar teman2ku, sekarang ini aku rada minder karena aku nggak bisa apa-apa. dari kemarin aku hanya baca program tanpa bisa mengerti apa yang harus kukerjakan segera. Masalah banyak sih...hari ini, aku terima kabar kalau my bro, menurut hasil cek darah yang baru aja keluar, ada kena diabetes. seperti nightmare saja rasanya, karena diabetes adalah penyakit yang tidak ada obatnya sampai sekarang.....oh...aku jadi sedih bangett nih,

bisa kebayang kalau udh kena diabet nggak bisa lagi makan seenaknya, dan jika tidak dijaga bakal rentan dengan berbagai penyakit lainnya, ---sedang mengalun lagu Fantasie Impromptu karya Chopin---yang sangat emosionil, pen.

adakah yang bisa menghibur hatiku saat ini terlebih hatinya my Bro disana yang sedih mendengar berita ini?
Dia pernah berkata,an aku terus mengingatnya"masalah terus dan akan ada, tapi hidup tetap berjalan". Keep Spirit My Bro.

Monday, March 06, 2006

Selamat Pagi semua,


Hari ini kembali memulai hari yang baru dalam pekerjaan dan pelayanan. Setiap hari sangat berharga dalam hidup ini.
Mari berkarya dalam hidup ini, sangat singkat waktu yang kita punya untuk bekerja dan berkarya, gunakanlah sobat.

Mari mulai hari ini dengan sukacita.

With love and strenght,

HelWilSin

Senin, 6 Maret 2006
Pkl 08.30AM

Wednesday, March 01, 2006

You Are Sangat Berharga!

Maafkan saya yang hanya bisa mengomentari tulisan orang lain, namun benar. saya tadi membacanya dan saya sangat tersentuh (tumben kau pakek saya vry!)

hEBAT penulis ini memandang dirinya, kaya'nya sama kejadiannya dengan ku, karena aku cepat kali merasa "kecil" dibanding orang lain yang lebih pintar, lebih kaya, lebih ganteng, lebih punya banyak harta, lebih lengkap keluarganya, lebih..dan lebih...

Tapi aku sangat setuju, sekecil apapun kita ini berharga. Setiap manusia yang diciptakan punya bagian tersendiri dalam "Master Plan"Nya Tuhan. Tinggal kita sendiri menyadarikah keberadaan kita tersebut berharga di mataNya?So PAsti Guys!

Sudah banyak ilustrasi tentang perlunya orang-orang yang tidak dianggap namun punya pengaruh besar dalam pekerjaan. Siapa Saya??Who am I??wo ai ni (lho kok???)

Maybe this article inspiring You Friend.

Aku si Not Kecil
Oleh: Grace Suryani



Guys, selama liburan saya rada nganggur so cukup banyak menghabiskan waktu di depan piano saya. Bongkar-bongkar buku-buku piano saya. Mulai latihan lagi. Yah sekalipun jari-jari saya sudah mulai kaku tapi masih bisa dipake buat maen kok. : p

Komponis fave saya itu Chopin. Saya tergila-gila sama dia. Menurut saya karyanya itu karya-karya paling romantis yang pernah saya denger!! Dulu bahkan saya koleksi banyak kaset dan CD Chopin. Mulai dari Etude, Nocturne, Polonaise, Prelude, Waltz, Mazurka *saya ngga terlalu suka sama Mazurka-nya but yang laen sih ok banget*. Bahkan dulu saya hafal nama2nya, but sekarang dah lupa semua. : ((

Sambil saya latihan lagi, saya suka inget-inget komentar guru saya dulu tentang permainan saya. Salah satunya adalah kalau saya maen kadang suka ada not-not yang ngga bunyi. Yah itu biasanya terjadi karena tangan kiri saya kurang kuat, not itu ada di dalam accord *2-4 not dibunyikan secara bersamaan*, atau saya maen dengan tempo yang cukup cepet sehingga not itu terabaikan. Apapun alasannya, pokoknya itu not kagak bunyi!!

Cilakanya guys, kadang saya itu mikir, ah not ini ngga penting-penting amat *biasanya not yang ngga saya mainkan itu not di tengah-tengah accord so bukan ‘top note’ atau bass*. Setiap lagu itu pasti punya kalimat yang terdiri dari rangkaian top note, nah kalau top note pasti saya maenin, soalnya kalau ngga bunyi, lagunya jadi ngga nyambung. Tapi saya suka mengabaikan not-not kecil yang ada di tengah-tengah *yang akhirnya membuat saya jadi sasaran kemarahan guru saya*.

Saya juga suka ngga peduli sama tanda istirahat. En diem-diem suka saya ‘korupsi’ sedikit-sedikit. : p Tapi ngga banyak kok guys, asli sedikit banget. Misalnya mestinya istirahat 1/4 ketuk, saya korupsi jadi 1/8 ketuk. Atau mestinya 2 ketuk, eh cuman saya bikin jadi 1 7/8 ketuk, so saya korupsi 1/8 ketuk. Yah 1/8 doank ...

Buat orang yang ngga ngerti musik, saya maennya sih bagus-bagus aje : p Tapi begitu kedengerannya sama orang yang ngerti en kupingnya peka sama musik, biasanya pasti bisa nangkep kesalahan-kesalahan saya dengan sangat jelas. Apalagi kalau dia guru piano, wah ngga usah tanya, pasti ketauan deh busuknya permainan saya. hihihi. Lebih-lebih lagi kalau Chopin sendiri yang dengerin saya maen, wah dia bisa murka kali : p Habis saya maennya banyak salahnya. Dia pasti tau kalau saya ngga memainkan rallentando, kalau saya lupa memainkan salah satu dari not 1/32 di tengah kumpulan not-not lainnya.

Sekalipun buat saya not itu ngga penting, tapi sebenernya itu not penting banget. Kalau ngga penting, kenapa dia mesti ditulis?! Bahkan tanda istirahat yang tertulis itu partitur itu penting! Tidak ada 1 titik pun yang tidak berarti ketika ia ditulis di atas partitur. Ada perbedaan ketika kita mainkan itu dan ketika kita tidak mainkan itu.

Guys, kadang di dalam kehidupan kita, kita sering merasa seperti not-not yang tidak penting itu. Saya pernah merasa seperti ‘not 1/32’ yang berdiri di antara kumpulan top note-top note lainnya. Atau seperti sebuah titik yang duduk di sebelah not lain. Apalah artinya saya ...

Err ... pas baru pulang kemaren, saya sempet ngga bisa nulis. Saya ada banyak ide yang bisa dipetik dari perjalanan pulang China-Jkt kemaren, tapi ngga ada satupun yang bisa saya tulis. Usut punya usut ternyata saya jadi begitu karena saya minder. Saya banyak baca blog-blog orang lain, en tiba-tiba saya mikir ... aduh tulisan orang laen itu kok bagus-bagus sekali ... dalem. Kata-katanya cantik ... pake bahasa inggris, duh ... Punya saya ngga ada apa-apanya.

Ketika saya baca buku buat cari bahan buku ketiga, saya makin down lagi. Habis pengarang buku ini yang udeh pelayanan 25 tahun, istri pendeta. Master di bidang konseling. Lah saya siapa? Umur 25 tahun aje belon. S1 aje belon dapet. Dan jurusan saya loh bukan teologi, bukan konseling. Saya ini siapa??

Untung Tuhan ngga mengabaikan saya. Ketika saya tadi maen piano dan inget kata-kata guru saya tiba-tiba tercetus 1 pikiran di otak saya. Bagi orang yang ngga ngerti musik, ada atau tidak ada not kecil ini tidak berpengaruh. Tapi semakin dia mengerti musik, semakin dia mengerti not ini penting, dia akan merasa ada yang kurang ketika not ini tidak dimainkan. Terlebih lagi bagi si composer. Setiap not itu penting. Setiap tanda istirahat itu penting. Setiap titik pun penting ... karena itu semua ungkapan dari dalam hatinya, jiwanya. Not-not itu, tanda istirahat itu, adalah bagian dari dirinya ...

Bisa saja buat orang lain, saya tidak penting. Saya ada atau tidak, ngga ngefek. Tapi buat Tuhan, saya penting. Bisa jadi tulisan saya hanya ‘1 not 1/64’ di tengah kumpulan not-not lainnya. Orang lain beranggapan bisa dimainkan, bisa tidak. Toh tidak ada bedanya. Tapi buat Sang Komposer, akan ada perbedaan kalau not itu tidak ada.

Guys, mungkin kalian pernah merasa seperti saya. Tidak penting. Tidak berharga. Mungkin bahkan kalian denger jelas-jelas orang lain ngomong, “ Ada loe ama ngga ada loe sama aje”, mungkin kalian alami itu lewat perlakuan orang lain. Mungkin kalian berpikir Tuhan juga seperti itu ... Lah kalau buat manusia aje gue ngga berharga, emank gue berharga buat Tuhan? Tuhan loh sibuk.

Jangan dengarkan bisikan-bisikan itu guys. Jangan dengarkan pikiran-pikiran itu.

Kalian itu berharga.

Kalau lagi sedih, saya suka lihat telapak tangan saya. Pelan-pelan saya perhatiin goretan-goretan di situ. Saya liat satu-satu. Saya raba pelan-pelan. Saya rasakan perbedaan ketika jemari saya menyentuh telapak tangan saya dengan ketika jemari saya meraba ruas-ruas telapak tangan. Ketika saya memperhatikan garis-garis samar yang ada, saya mikir itu semua Tuhan yang gambar. Ketika saya perhatikan betapa telitinya Tuhan menggambar telapak tangan saya, saya merasa sedikit enakan. Kalau Tuhan mau habiskan waktu untuk menenun goretan-goretan di tangan saya, masak sih saya ngga berharga?? *Kalau udah begini saya bisa nangis sendiri loh. : p Terharu bow!*

Kalau masih ‘kuat’, saya balik telapak tangan saya dan liat punggung tangan saya. liat jari jemari saya. Samar-samar keliatan pembuluh darah saya, saya raba dan saya rasakan ada darah yang mengalir ... dan saya tau, saya berharga.

Tuhan,

Sekalipun saya cuman not kecil di tengah top note lainnya,

saya tau saya berharga

Sekalipun saya cuman 1 titik kecil yang duduk di samping not besaarr,

saya tau saya berharga

Sekalipun saya cuman tanda diam 1/8 di tengah alunan not-not lain,

saya tau saya berharga

saya tau saya diciptakan untuk membuat perbedaan ... sekecil apapun itu.

Tuhan,

Aku mau percaya pada-Mu lebih dari percaya pada orang lain

Bahkan lebih dari rasa percayaku pada diriku sendiri ...

Aku mau percaya pada kebenaran, bahwa aku berharga

Sekalipun aku sendiri kadang tidak merasa aku berharga

Tuhan,

Aku tau ... nilai diriku tidak bergantung pada penilaian orang lain

Bahkan tidak juga bergantung pada penilaianku terhadap diriku sendiri

Nilai diriku bergantung pada siapa aku di mata-Mu

Leading is THE CHOICE!!


Dari dulu aku terobsesi menjadi Pemimpin,
karena
aku
dulunya orang yang sangat pemalu, pendiam. Aku pernah baca bukunya John C Maxwell, Bapaknya buku-buku seri Kepemimpinan, dan aku mencoba terjun di berbagai kegiatan. Namun paling banyak yang membentuk adalah ketika di PMK. Bukan bilang apa, ajang yang paling nyata mempratekkan semua teori itu adalah ketika kita berani untuk mengambil keputusan. MAKE A DECISION


Masih banyak orang (maybe me Inside) yang termasuk orang yang lambat membuat keputusan, karena banyak sekali pertimbangan. Padahal setelah dipikir-pikir, pertimbangan itu seperti apa sih yang signifikan??. Menurutku (karena aku yang mengalaminya) yang tepat adalah banyaknya kekhawatiran yang muncul kalau keputusan A diambil, B seperti apa, Apa manfaatnya bagiku??dan banyak lagi lah.

Mungkin artikel ini sedikit banyak dapat membantu pemahaman kita tentang BELAJAR MEMIMPIN.
Kau adalah seorang PEMIMPIN, banggalah akan hal itu !!!


---Sorry man, artikelnya dicut---

Rabu, 1 Maret 2006
di Ruang kerjaku yang nggak seberapa,dikala orang pada ribut membicarakan artis, gaji, dsb. Aku tidak peduli, sambil mendengarkan lagu "Lukisan Pagi"Tohpati feat Shakila

Helvry Wilhem Sinaga