Dia Jodohku
Oleh: Afrida Yanti
Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku,
dekatkanlah...
Tapi kalau bukan jodohku,
Jodohkanlah....
Jika dia tidak berjodoh denganku,
maka jadikanlah kami jodoh...
Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain aku...
Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku,
jangan sampai dia dapet jodoh yang lain,
biarinkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku...
Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,
jodohkanlah kami kembali...
Kalau dia jodoh orang lain,
putuskanlah! Jodohkanlah dengan ku....
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan kemudian Jodohkan kembali dia denganku...
Amin...
Puji Tuhan
Oleh: Tidak Diketahui
Nenek saya yang tinggal di Tucson, terkenal dengan ketaatan serta imannya yang kuat. Ia tak pernah bosan membicarakan tentang hal itu.
Ia selalu keluar ke depan beranda dan mengucap syukur, "Puji Tuhan!"
Tetangga sebelahnya selalu berteriak balik, "Tuhan tak ada!"
Waktu itu nenek sangat miskin, maka untuk membuktikan kata-katanya tetangga itu membeli sekeranjang makanan dan menaruhnya di depan pintu.
Pada pagi harinya, nenek pergi ke beranda dan, setelah melihat keranjang makanan itu, ia mengucap syukur, "Puji Tuhan!".
Tetangganya keluar dari balik pohon dan berkata, "Saya yang membeli makanan itu dan Tuhan tak ada."
Nenek menjawab, "Terima kasih Tuhan, Engkau bukan saja telah mengirimkan makanan ini, tetapi juga telah membuat setan membayarnya."
Pacar Atheis
Oleh: Tidak Diketahui
Seorang ibu Katolik semula menolak keras anak gadisnya pacaran dengan pria atheis. Ia kuatir, anak semata wayang yang pintar menjual itu bakal keseret jadi atheis. Ketika sang anak merajuk lagi supaya diijinkan melajutkan hubungannya,sang ibu punya ide brilian.
Ibu : baiklah, kau boleh pacaran, asal bujuk dia masuk Katolik.
Anak : kalau dia mau masuk Katolik ?
Ibu : kamu boleh kawin dengannya, dan ingat, jangan tangung-tanggung meyakinkan orang atheis ...
Begitu mendapat restu, si anak tambah semangat menjual gagasan Katolik pada sang pacar, si pria komunis memperhatikan rasa tertarik pada jualan pacarnya, dan sang ibu makin yakin ide mengkatolikkan pria komunis itu bakal jadi kenyataan.
Suatu hari, menjelang hari H perkawinan mereka, si gadis pulang ke rumah dengan mata berlinang.
Ibu : ada apa sayang? semua sudah oke, khan ?
Anak : bubar semua deh! gara-gara aku gencar menjual gagasan katolik, sekarang dia malah memutuskan jadi Pastur!
Doa Tilang
Oleh: Tidak Diketahui
Setelah mencari-cari tempat parkir selama 20 menit, seorang pengemudi mobil nekad memarkir mobilnya ditempat dilarang parkir.
Pengemudi ini kemudian menulis pada sebuah kertas dan diselipkan di kaca mobilnya berbunyi: "Karena saya sudah berkeliling tempat ini selama 20 menit dan tidak dapat tempat parkir juga, maka saya terpaksa parkir ditempat ini dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami."
Setelah pengemudi itu kembali pada mobilnya, ia dapatkan surat tanda tilang (bukti pelanggaran) dan ada tulisan dari petugas kepolisian berbunyi: "Karena saya sudah berkeliling ditempat ini selama 20 tahun dan menindak setiap pengemudi yang tidak disiplin, maka terpaksa saudara tetap kami tilang dan janganlah membawa kami kedalam pencobaan."
Saturday, July 08, 2006
Sudah dua malam di Sol Elite Marbella, Anyer Serang. Kami tidur bertiga. dari kamar kami terlihat pantai dan deburan ombaknya yang menghujam bibir pantai. ini hari ketiga, dari tujuh hari ang direncanakan. Aku terkejut juga ketika mengetahui bahwa tarif hotel yang kami tnggali ini seharga Rp1.200.000 per malamnya, tapi aku nggak yakin sebesar itu, karena biasanya pasti ada harga khusus jika ngambil sekali banyak.
Makanannya menurutku biasa aja, tumisan wortel, bunga kol, dan buncis kemarin siang. ditambah rendang, ikan acar, dan buah-buahan. rupanya tidak terlalu "tegang" hari kedua kemarin, kita hanya mengkompilasi laporan kita, selanjutnya menunggu untuk dibahas. hanya saja sepertinya pembahasan itu alot. hingga malam pukul 10.30 kemarin masih 3 tim saja yang dibahas, sementara masih ada sekitar 30-an lagi yang menunggu giliran.
tidak ada cerita yang seru, yang pasti this my first experience, dan aku bersyukur pernah mengalaminya dalam hidupku.
Makanannya menurutku biasa aja, tumisan wortel, bunga kol, dan buncis kemarin siang. ditambah rendang, ikan acar, dan buah-buahan. rupanya tidak terlalu "tegang" hari kedua kemarin, kita hanya mengkompilasi laporan kita, selanjutnya menunggu untuk dibahas. hanya saja sepertinya pembahasan itu alot. hingga malam pukul 10.30 kemarin masih 3 tim saja yang dibahas, sementara masih ada sekitar 30-an lagi yang menunggu giliran.
tidak ada cerita yang seru, yang pasti this my first experience, dan aku bersyukur pernah mengalaminya dalam hidupku.
Subscribe to:
Posts (Atom)