Senin, 20 Februari 2006
Hari itu sperti biasanya memulai hari dengan mengucap syukur kepada Yang Mahakuasa atas hari yang diberikan tiap hari, dan rute biasa yang kutempuh adalah St. Pondok Ranji hingga Palmerah, setelah membalas SMS-nya Bang Ronald yang memberikan semangat dan motivasi untuk memulai hari itu, aku menuju kantor pusat yang di Pejompongan untuk mengambil bis 46 arah Grogol Kp Rambutan.
Tak seperti hari-hari biasanya yang padat lalulintas dan orang-orang yang berangkat kerja, hari Senin kemarin sangat lengang. Mulai dari Kartika Chandra aku udah dapat tempat duduk.dan Orang-orang di bis tidak begitu banyak, dan aku turun di Wisma Milenia, dan harus naik jembatan penyeberangan, karena kantorku ada diseberangnya. ASyik juga sih naik turun jembatan penyeberangan sebab selama ini jarang olahraga jadi sangat lumayan menggerakkan otot2 ini..dan ada seorang wanita tua yang biasa duduk meminta-minta di atas jembatan itu sambil berharap ada dari beberapa orang yang lewat untuk berbelas kasihan kepadanya.
TAk disangka ada seorang Bapak yang kuingat dia berbaju hijau, yang kancing kerahnya terbuka sedikit, kulihat dia memberi sepotong roti yang dibungkus plastik beserta selembar uang seribuan kepada wanita tua tersebut. Tampaknya dia menyiapkan itu dari rumah, buka spontan yang begitu saja, karena roti itu bukan roti yang dibeli di pinggir jalan lalu diberikan begitu saja.
YA Tuhan...bulu kudukku sampai merinding melihat kejadian itu, tak disangka di Jakarta yang katanya orang serba cuek dan tidak peduli itu masih ada orang seperti Bapak itu. AKu merasa Tuhan itu adalah Tuhan yang memelihara, yang tidak membiarkan anakNya menderita, dan aku merasa Allah bekerja lewat Bapak itu, ternyata Allah hadir lewat kejadian-kejadian yang tampaknya biasa bagi sebagian orang namun hari itu sangat membuatku terkesan bahwa Than adalah Tuhan yang mengasihi. Luar biasa!!Namun kepada orang yang kuceritakan mungkin merasa aku itu berlebihan kali ya...tapi whateverlah..that's a great moment pal!
salah satu nyanyian dalam KJ yang membuatku semangat untuk terus berkarya:
Tuhan ambil hidipku
dan kuduskan bagiMu
pun waktuku pakailah
memujiMu s'lamanya
Tanganku gerakkanlah
kakiku pendorongnya
dan jadikan langkahku
berkenan kepadaMU
Hmmm...aku hanya berkata"Tuhan Kau sungguh luar biasa"
-Helvry Wilhem Sinaga-
No comments:
Post a Comment