Pagi ini seperti biasanya memulai setap hari dengan bangun pagi,mandi, dan berangkat memulai aktivitas. Tidak ada yang terlalu istimewa pas berangkat tadi, semuanya biasa saja seperti hari-hari kemarin, namun aku sempat ketinggalan KRL pertama, aku udah siap2 beli yang tiket AC, ternyata masih ada KRL yang kedua, maklum man, mampunya segitu :)
Aku turun di St Tanah Abang, padahal rencana semula bakal turun di St Palmerah, namun tas yang kubawa ini berat kali, rencananya tadi mau ke Bank dulu, biasalah persediaan kas semakin menipis, setelah kutimbang-timbang, dengan mempertimbangkan jalur pergi ke DDN dari kantor pusat, kuurungkan niatku, jadilah ke Tanah Abang, dari St Tanah Abang naik angkot 08 "Tanah Abang-Kota"
Ini baru kali pertama aku coba naik angkot ke DDN, karena sebeumnya bareng dengan teman yang lain pake mobil or dua hari lalu aku beruntung bisa pinjam motor temanku, karena dia sedang pulang kampung, turun di Harmoni (dari sinilah mulai ceritanya)
Kukira dekat lagi dari harmoni ke DDN, ternyata lumayan jauh juga, aku melewati kantor Setneg, nyesal juga turun nya kejauhan sih, mana bawa tas laptop yang lumayan berat, tapi keinginanku hanya ingin melihat istana negara dari dekat aja," mumpung lewat sini", pikirku.
Istana negara berdampingan dengan gedung Setneg, halamannya tampak terawat dan pintu masuknya dijaga seorang anggota TNI bersenapan laras panjang, dari tanda pangkatnya ketahuan bahwa anggota TNI ituberpangkat Prajurit Satu. Setelah melewati gedung Setneg, ada pos penjagaan, "Pak, lewat sana"kata salah seorang dari mereka, aku nggak ngerti apa maksud mereka itu, aku terskan jalan di trotoar di depan istana negara itu, akhirnya seorang petugas dari Pos penjagaan pintu gerbang istana keluar dan menunjuk tangannya ke arah Monas, "lewat sana Pak". barulah kusadari bahwa jalan didepan istana itu tidak dilewati jalan umum, jadi jalan di depan istana terbagi dua, satu sisi dikosongkan, dan dijaga pasukan bersenjata, satu sisi lagi yang dilewati umum. Bah aku harus menyebrang lagi.....dan berjalan sampai Gedung Mahkamah Agung, trus nyebrang lagi biar masuk ke DDN, karena persis di sebelahnya,jadi aku pagi ini menyebrang 3 kali, dua diantaranya tidak perlu karena dilarang sama pasukan istana itu, "sial!"gerutuku.
Akhirnya istana negara yang menjadi kebanggan warga Indonesia menjadi semakin jauh rasanya, kita tidak merasa memiliki bangsa ini, sepertinya Indonesia miliknya para pejabat, Menteri, pejabat Militer, kita yang orang kecil ini hanya penonton aja. Anyway aku hanya bersyukur akhirnya bisa melihat istana dari dekat karena selama ini lihatnya dari mobil atau bis aja, paling nggak aku bangga dong, karena tidak semua orang bisa seperti aku beruntungnya pagi-pagi udah disapa sama penjaga istana--(gaya banget :)--
Baiklah, start this morning with clean heart.
Cheeers.

Rabu, 15 Maret 2006
-hariiniminggukeduadiDDNtadimasihadaorangdemodariKutaiBaratpadahalDariKemarin-
wahahaha...wahahahaha...wahahaha...
ReplyDeleteuntung kamu gak moto2 dek dek..kyahahaa...
ngakak sek ah =))